• Minggu, 3 Juli 2022

RI Swasembada Bawang Putih Hingga 1996, Kini 95 Persen Impor, Mengapa?

- Rabu, 15 Desember 2021 | 05:44 WIB
Ilustrasi petani bawang putih (dok.pemkab temanggung)
Ilustrasi petani bawang putih (dok.pemkab temanggung)

Bicarajabar.com- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Bulan Agustus 2021, Indonesia mengimpor sebanyak 79.546,8 ton bawang putih senilai US$ 86,3 juta (kurs Rp 14.200/US$).

Nilai impor bawang putih terus meningkat apabila dibandingkan pada Bulan Agustus tahun 2020 yakni sebesar 19.015,1 ton atau meningkat sebanyak  318,3%.

Mayoritas impor bawang putih berasal dari negara China, mengingat negara tersebut memiliki persyaratan sertifikat Good Agricultural Practices (GAP) dari Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Harga Tes PCR di India 96 Ribu, di Indonesia 900 Ribu, Kemenkes: Sebagian Besar Bahan Baku Impor

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Ketua Perkumpulan Pelaku Usaha Bawang dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo) Valentino. Menurutnya, China adalah pelaku tunggal yang siap untuk menerapkan GAP yang disyaratkan oleh Kementan.

"Kita sudah puluhan tahun mungkin, bahwa China satu-satunya negara yang pelaku usaha eksportir bawang putihnya sudah sangat siap dengan sertifikasi GAP," kata Valentino yang dilansir dari bisnis.com.

RI Swasembada Bawang Putih Hingga 1996

Manisnya bisnis bawang putih sebenarnya pernah dirasakan Indonesia hingga tahun 1996. RI dinyatakan sebagai negara swasembada komoditas bawang putih. Hampir seluruh kebutuhan bawang putih berasal dari petani lokal.

Berbeda dengan era 1996 hingga kini, dimana kebutuhan bawang putih nasional mayoritas dipasok dari impor. Pasokan petani lokal yang terserap pasar nasional hanya sebesar 5% atau 95% berasal dari impor.

Halaman:

Editor: Agasthya Kuswandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apa Sih Arti YGY, Dalam Bahasa Gaul YGY Artinya...

Selasa, 14 Juni 2022 | 09:13 WIB
X