• Rabu, 26 Januari 2022

Makna Adil dari Pedagang Bantal Guling Keliling

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 19:16 WIB

Bicarajabar.com – Tak sempat bertukar nama, kakek penjual bantal guling—yang melipir sejenak untuk beristirahat—menjajakan barang bawaannya yang tak kunjung berkurang sejak pagi. Ia memperlihatkan 'harapannya', pada seorang ibu rumah tangga yang melintas di hadapannya siang itu.

Pada raut wajah yang terlihat lelah, ia mengibaskan topi bundarnya untuk menciptakan sekelebat angin segar yang bisa dinikmati. Sesederhana itu aktivitas pada jam istirahat seorang penjual bantal guling keliling, tinimbang karyawan kantor yang pada umumnya sibuk memilih menu dan tempat makan saat jam istirahat.

Pengantar awal ini, mengingatkan kita pada sebuah dongeng tentang lomba lari yang sering diceritakan pada anak-anak era '90-an, atau mungkin juga sebelumnya. Tahu 'kan kisah antara kura-kura dan kelinci yang terkenal dengan ciri dan kemampuannya masing-masing?

Kelinci yang saat itu menyombongkan diri karena merasa yakin bisa berlari lebih cepat dari kura-kura, pasti akan memenangkan perlombaan dengan klasifikasi yang terbilang tak seimbang itu. Hewan dengan telinganya yang panjang ini, mendahului garis laju kura-kura yang berusaha menuju akhir dengan penuh harapan. Sampai pada pertengahan jalur lomba lari, kelinci memutuskan untuk istirahat sejenak dan mengabaikan perlombaan yang sedang berlangsung.

Pikirnya, tidur adalah pilihan yang tepat tanpa mengkhawatirkan usaha kura-kura yang bergerak lambat menuju garis finish. Pada akhirnya, dongeng menaruh pesan, tentang kura-kura yang perlahan namun pasti, mampu melewati kelalaian kelinci yang sedang tertidur pulas di bawah pohon besar pertengahan jalur lari lomba itu.

Perjuangan itulah yang sering disimpulkan pendongeng, dengan menutup ceritanya tentang kemenangan kura-kura atas kelinci yang menyepelekan lomba lari tersebut. Namun pada tulisan ini, kita tidak akan mengambil contoh terhadap sikap sombongnya si Kelinci, melainkan sifat sabarnya si Kura-Kura.

Kembali ke si penjual bantal guling keliling.

Di dunia nyata, masih bisa kita jumpai tak hanya di wilayah pedesaan yang terkesan tertinggal. Beberapa sudut di perkotaan pun, pedagang bantal guling keliling yang berjualan dengan berjalan kaki sesekali masih bisa kita dapati.

Profesinya mungkin tak pernah menjadi yang dicita-citakan oleh siapapun sejak kecil, begitupun generasi saat ini yang sebagian menganggap profesi berjualan dengan cara seperti itu terbilang kuno.

Halaman:

Editor: Aldi M. Perdana

Terkini

PBB: Butuh $1,7 Miliar untuk Bantu Imigran Venezuela

Jumat, 10 Desember 2021 | 21:58 WIB

Makna Khusus 4 Minggu Advent yang Jarang Diketahui

Minggu, 28 November 2021 | 22:45 WIB

Tari Topeng Panca Wanda Cirebon: Refleksi Jiwa Manusia

Selasa, 23 November 2021 | 17:43 WIB
X