• Kamis, 11 Agustus 2022

Mengenang Sejarah Tritura yang Diperingati Setiap 10 Januari

- Selasa, 4 Januari 2022 | 14:20 WIB
Ilustrasi unjuk rasa tuntutan rakyat. (Freepik)
Ilustrasi unjuk rasa tuntutan rakyat. (Freepik)

Bicarajabar.com – Setiap tanggal 10 Januari diperingati sebagai Hari Tri Tuntutan Rakyat atau Tiga Tuntutan Rakyat yang disingkat sebagai Tritura.

Hari Tritura dicatat karena seruan para pemuda dan mahasiswa di Indonesia yang melakukan unjuk rasa selama tiga hari mulai dari 10-13 Januari 1966 di Jakarta dimana mereka tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa (KAMI).

Dimana pada saat itu, Indonesia sedang berada pada masa kesulitan dari segi ekonomi, politik hingga tariff BBM pada saat itu sangat tinggi, sekaligus adanya aksi menuntut pembubaran PKI yang semakin mengkhawatirkan.

Baca Juga: Ini Sejarah dan Alasan Mengapa Tahun Baru Dimulai 1 Januari

Adapun mahasiswa yang menuntut pemerintah dengan tuntutan Tritura, yaitu berisi:

  1. Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) karena tidak bergerak cepat dalam menangani masalah tragedi G30S tahun 1965, dimana dari kejadian itu banyak petinggi angkatan darat menjadi korban.
  2. Rombak Kabinet Dwikora, karena Presiden Ir. Soekarno dianggap tidak mampu dalam mengendalikan kestabilan ekonomi dan sosial yang saat itu berada dalam posisi sangat genting. Selain itu, terdapat orang-orang PKI yang menjadi pengurus dalam kabinet tersebut.
  3. Harga pangan yang menurun akibat kesalahan pemerintah dimana Kabinet Dwikora yang mendevaluasi rupiah dari kurs 1000 rupiah menjadi 1 rupiah, terpaksa tindakan ini diambil karena uang sudah meningkat lima kali antara tahun 1964-1965 sebanyak Rp. 2.982,4 Miliar.

Setelah mengetahui isi dari tuntutan tersebut, Presiden Indonesia saat itu Ir. Soekarno dan para menteri tidak menyetujuinya.

Baca Juga: Inovasi Menciptakan Lingkungan Berkelanjutan Terkadang Berakhir dengan Tindakan Eco Ableism

Sehingga para mahasiswa turun kembali pada 10 Januari 1966 untuk menemui wakil perdana menteri (Waperdam) III kala itu Chaerul Saleh dengan maksud untuk menyuarakan isi Tritura didepan gedung sekretariat. Namun, tidak menemukan hasil karena Chaerul Saleh tidak berada ditempat.

Seolah tidak menerima balasan, banyak masyarakat yang menganggap bahwa pemerintah telah gagal dalam menjalankan tugasnya.

Halaman:

Editor: Rais Jaka Purnama

Sumber: Sejarahpedia, dinus.ac.id, malahayati.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PBB: Butuh $1,7 Miliar untuk Bantu Imigran Venezuela

Jumat, 10 Desember 2021 | 21:58 WIB

Makna Khusus 4 Minggu Advent yang Jarang Diketahui

Minggu, 28 November 2021 | 22:45 WIB
X