• Rabu, 5 Oktober 2022

20 Kali Lipat Menghasilkan Panas, Metana di Atmosfer Semakin Meningkat

- Rabu, 1 Desember 2021 | 20:43 WIB
Matahari (pixabay.com)
Matahari (pixabay.com)

Bicarajabar.com – Perubahan iklim kini menjadi sorotan serius oleh berbagai belahan dunia, ini karena banyak dampak buruk yang terasa seperti memanasnya suhu bumi, terjadi berbagai bencana, lingkungan tercemar, kepunahan masal dan masih banyak lagi.

Selain itu, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang baru saja diadakan di Glasgow, Skotlandia bersama para pemimpin dari seluruh dunia memunculkan banyak harapan baru menuju bumi lebih baik dengan nol emisi pada tahun 2030.

Emisi di atmosfer bisa terperangkap dalam bentuk apapun, seperti karbon dioksida, karbon monoksida, nitrogen oksida, metana.

Satu dari banyak emisi yang membahayakan adalah metana yang memerangkap panas lebih banyak dari karbon dioksida.

Baca Juga: 5 Manfaat Menambahkan Lidah Buaya Untuk Rutinitas Perawatan Kulit, Salah Satunya Menghindar Hidrasi Kulit

Jika salah satu tujuan pemimpin dunia menurunkan suhu bumi, maka para pemimpin tidak bisa abai dengan emisi metana.

Fakta emisi gas metana

Metana berasal dari berbagai sumber alami yang berhubungan dengan manusia. Menurut laporan dari Euro News, pertanian dan perternakan merupakan kontributor emisi metana terbesar menghasilkan lebih dari seperempat emisi antropogenik, terutama dari ternak dan tanaman yang ditanam di sawah yang tergenang.

Metana juga menguap dari kotoran manusia dan hewan ruminansia seperti sapi dan kerbau. Lebih lanjut lagi, bakteri yang terurai pada padi juga menghasilkan metana.

Seperempat lain dari emisi metana di seluruh dunia berasal dari industri minyak dan gas, yang sering menyebabkan kebocoran gas dan melepaskan metana.

Halaman:

Editor: Kristina S.

Sumber: EuroNews

Tags

Terkini

PBB: Butuh $1,7 Miliar untuk Bantu Imigran Venezuela

Jumat, 10 Desember 2021 | 21:58 WIB

Makna Khusus 4 Minggu Advent yang Jarang Diketahui

Minggu, 28 November 2021 | 22:45 WIB
X