• Rabu, 5 Oktober 2022

Negara Mana yang Harus disalahkan Atas Emisi Global?

- Rabu, 8 Desember 2021 | 05:48 WIB
Ilustrasi negara penghasil emisi karbon (Youtube/Historical Data)
Ilustrasi negara penghasil emisi karbon (Youtube/Historical Data)

Bicarajabar.com – Bumi kini berhadapan dengan krisis iklim parah akibat pemanasan global. Banyak para ilmuwan memprediksi bahwa usia bumi tidak akan lama lagi jika tidak ada perubahan tentang bagaimana manusia memperlakukan alam.

Bicara mengenai kerusakan alam, siapa sebenarnya yang harus disalahkan? Menurut Reuters, pertanyaan tersebut sangat tergantung.

Reuters menilai bahwa pencemaran lingkungan bukan hanya soal data ilmiah, tetapi ini menyangkut uang dan sistem ekonomi. Banyak negara maju yang merusak lingkungan sekaligus bertanggungjawab atas tumpukan CO2 di atmosfer demi meningkatkan ekonomi mereka hingga kini berhasil sejahtera.

Baca Juga: Tanggerang Selatan Urutan ke-24 Kota Paling Tercemar di Seluruh Dunia, Kenapa dan Apa Resikonya?

Negara-negara miskin berpendapat bahwa negara-negara kaya harus membantu membayar transisi energi mereka. Negara maju yang sudah menghabiskan setidaknya 200 tahun dalam membakar bahan bakar fosil untuk menumbuhkan ekonomi mereka harus berhenti lalu membantu negara-negara miskin dan berhenmbang melakukan investasi energi hijau demi keselamatan bumi.

Sejauh ini, negara-negara kaya belum memenuhi janji mereka untuk memberikan “pembiayaan iklim” ke negara-negara miskin. Negara berkembang juga juga berpendapat seharusnya lebih banyak dana diberikan untuk kerugian dan kerusakan di wilayah mereka yang disebabkan oleh perubahan iklim. 

Permasalahan ini telah menjadi pokok utama dalam pembicaraan iklim termasuk KTT COP26 di Glasgow, Skotlandia.

Baca Juga: Sumbang Emisi Dunia Hingga 3%, Kirim Barang Lewat Kapal Kargo Perlu Jadi Sorotan

Semua ini dimulai saat revolusi industri

Halaman:

Editor: Agasthya Kuswandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

10+ Contoh Hasil Hutan Indonesia dan Manfaatnya

Senin, 26 September 2022 | 21:04 WIB
X