• Selasa, 28 September 2021

Sejumlah Pejabat Akui Dapat Vaksin Booster, Dokter Tirta: Gak Kaget, Harus Terbiasa dengan Hal Begini

- Kamis, 26 Agustus 2021 | 19:59 WIB
Ilustrasi penyuntikan vaksin/unspalsh.com- Steven Cornfield
Ilustrasi penyuntikan vaksin/unspalsh.com- Steven Cornfield

Bicarajabar.com - Sejumlah pejabat akui sudah mendapatkan vaksin booster atau vaksin dosis ketiga. Informasi itu diketahui dalam percakapan yang terekam pada video kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kalimantan Timur, Selasa (24/8).

Melansir dari CNN Indonesia, dalam rekaman tersebut terungkap sejumlah pejabat seperti Gubernur Kaltim hingga Panglima TNI Hadi Tjahjanto ternyata sudah mendapat suntikan vaksin booster Covid-19. 

Namun, rekaman video yang sempat tersiar di kanal YouTube Sekretariat Presiden itu kini telah dihapus.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang juga mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengingatkan agar negara maju menahan diri untuk tidak memberikan booster vaksin. Selain akan mengambil jatah orang lain yang lebih butuh, bukti ilmiah manfaat booster vaksin juga belum kuat.

“Seruan WHO di tingkat global ini seharusnya juga diterapkan di dalam negeri,” kata Tjandra yang juga mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, yang dikutip dari Kompas.id, pada Kamis (26/8/2021).

Mengacu pada surat edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor. HK.02.01/1/1/1919/2021 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang vaksin dosis ketiga untuk seluruh tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitias pelayanan kesehatan.

Alhasil, penggunaan vaksin booster atau vaksin dosis ketiga untuk sejumlah pejabat tersebut menuai kontroversi.

Influencer sekaligus dokter, Tirta Mandira melalui YouTube TvOne mengatakan, dirinya tidak mempermasalahkan vaksin booster. Lantaran, katanya, vaksin booster tidak begitu bermanfaat.

“Saya engga masalah mengenai booster itu, sebenarnya booster itu gak begitu bermanfaat kalau misalkan 80% dari warga negara belum selesai target.” ucapnya.

Halaman:

Editor: Fahri Fahira

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Masuk Pancoraba, BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Kamis, 23 September 2021 | 07:01 WIB

Kronologis Hilangnya Gibran di Gunung Guntur Garut

Selasa, 21 September 2021 | 20:58 WIB

Terpopuler

X