• Senin, 27 September 2021

Covid-19 Belum Berakhir, Ahli Himbau Ancaman Covid-22 yang Lebih Ganas

- Rabu, 25 Agustus 2021 | 19:10 WIB
Virus Covid-19/unsplash.com-Fusion Medical Animation
Virus Covid-19/unsplash.com-Fusion Medical Animation

Bicarajabar.com - Pandemi Covid-19 belum usai, namun media sosial sudah dihebohkan dengan kemungkinan terdapat jenis virus baru dengan nama Covid-22. Percakapan di media sosial tersebut menjadi trending di topic di platform Twitter Amerika Serikat.

Percakapan mengenai Covid-22 tersebut dicuitkan lebih dari 50 ribu cuitan. Topik mengenai virus tersebut berawal dari seorang Profesor Imunologi asal Swiss, Sai Reddy. Menurutnya di Tahun 2022 terdapat virus yang lebih ganas daripada Covid-19.

"Covid-22 bisa lebih buruk dari apa yang kita saksikan sekarang. Jika varian seperti itu muncul, kita harus mengenalinya sedini mungkin dan produsen vaksin harus mengadaptasi vaksin dengan cepat," ujar Sai yang dilansir dari news.com.au.

Baca Juga: Jabar Melonjak Lagi, Tambah 5.255 Pasien Covid-19, Penyumbang Terbanyak Kota Depok

Prof Sai Reddy juga mengingatkan bahwa semua orang harus siap terhadap resiko tersebut karena cepat atau lambat virus akan mengalami mutasi seperti layaknya varian delta. Perusahaan vaksin juga diminta untuk beradaptasi secepatnya menyesuaikan mutasi pada virus.

"Kemunculan varian baru ini adalah risiko besar, kita harus bersiap untuk menghadapinya," ujar Prof Reddy yang merupakan associate professor bidang Systems and Synthetic Immunology di Department of Biosystems Science & Engineering, ETH Zurich.

Selain itu Prof Reddy juga memprediksi akan terjadi varian covid-19 di masa datang. Hal tersebut merupakan bagian dari evolusi jadi semua orang harus siap menghadapinya.

Covid-22 Masih Bersifat Spekulasi

Zoonosis, penyakit pada hewan yang dapat ditularkan pada manusia, menjadi faktor kemunculan virus baru seperti Covid-19 (Miroslava Chrienova/pixabay.com)

Spekulasi mengenai Covid-22 ini membuat publik heboh dan mendapatkan tanggapan dari Profesor virologis dari Warwick University, Lawrence Young.

Halaman:

Editor: Fahri Fahira

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Masuk Pancoraba, BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Kamis, 23 September 2021 | 07:01 WIB

Kronologis Hilangnya Gibran di Gunung Guntur Garut

Selasa, 21 September 2021 | 20:58 WIB

Terpopuler

X