• Minggu, 24 Oktober 2021

Kasus NIK Digunakan WNA untuk Vaksinasi Kali Ini Terjadi di Bandung

- Rabu, 25 Agustus 2021 | 00:08 WIB
Ilustrasi KTP NIK milik warga Bandung digunakan WNA untuk vaksinasi Covid-19. (Sumber: Pikiran Rakyat)
Ilustrasi KTP NIK milik warga Bandung digunakan WNA untuk vaksinasi Covid-19. (Sumber: Pikiran Rakyat)

Bicarajabar.com - Usai kasus Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga negara Indonesia (WNI) yang digunakan oleh warga negara asing (WNA) untuk vaksinasi Covid-19 terjadi di Bekasi, kali ini terjadi di Bandung, Jawa Barat.

Korban merupakan warga Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, yang bernama Ayuni.

Dirinya bermaksud untuk mendaftarkan diri untuk vaksinasi dosis satu, namun terpaksa dipulangkan karena NIK miliknya telah digunakan.

Sebelumnya, Ayuni mengaku sudah mendaftarkan diri melalui RT dan RW setempat, hingga akhirnya pada Minggu (22/8/2021), ia mendatangi lokasi vaksinasi.

Setibanya di lokasi, petugas mengatakan bahwa NIK milik Ayuni sudah dipakai oleh orang lain yang berstatus seorang WNA.

"Saya datang ke lokasi, terus didata lagi, dan dari pihak (petugas) vaksin ternyata sudah ada data NIK saya dan namanya nama orang atas nama warga luar, tapi masih daerah Bandung. Terdaftar di RS Sariningsih," kata Ayuni saat on air di Radio 107,5 PRFM News Channel, Selasa (24/8/2021).

Baca Juga: Jabar Melonjak Lagi, Tambah 5.255 Pasien Covid-19, Penyumbang Terbanyak Kota Depok

Sebagaimana dilansir dari PRFM News, Petugas kemudian meminta agar Ayuni melaporkan permasalahan itu ke kantor Disdukcapil Kota Bandung.

Rupanya, saat melapor, ada warga lain juga yang memiliki keluhan serupa seperti dirnya.

"Ternyata, pas datang ke Disduk, sama ada keluhan seperti itu juga, ternyata bukan saya saja yang mengalami," ujarnya.

Disdukcapil menuturkan hal itu bisa terjadi karena adanya kesalahan data atau NIK yang belum aktif.

"Penjelasan dari Disduk, katanya sih tadi emang mungkin ada kesalahan dari mananya atau mungkin KTP-nya belum aktif juga," ucap Ayuni.

Oleh karena itu, pihak Disdukcapil akan melakukan update atau aktivasi terhadap NIK milik Ayuni.

Dia diminta untuk menunggu selama tiga hari dan dijadwalkan kembali datang ke lokasi vaksinasi pada Minggu 29 Agustus 2021 mendatang.

Ayuni mengaku khawatir NIK miliknya disalahgunakan oleh orang tidak bertanggung jawab.[]

Halaman:

Editor: Aldi M. Perdana

Sumber: prfmnews.pikiran-rakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Melani Subono Menjalani Operasi Angkat Tumor

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 18:29 WIB

Gempa Mengguncang Ambarawa-Salatiga Sebanyak 14 Kali

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 15:39 WIB
X