• Senin, 27 September 2021

Tiga Arahan Presiden Jokowi untuk Hidup Berdampingan dengan Covid-19

- Selasa, 24 Agustus 2021 | 10:11 WIB
Presiden Jokowi mengumumkan perpanjangan PPKM level 4 hingga tanggal 9 Agustus. (sumber: Youtube/Sekretariat Presiden) (Aldi M. Perdana)
Presiden Jokowi mengumumkan perpanjangan PPKM level 4 hingga tanggal 9 Agustus. (sumber: Youtube/Sekretariat Presiden) (Aldi M. Perdana)

Bicarajabar.com - Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo memberikan arahan kepada Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin terkait dengan hidup berdampingan dengan Covid-19 atau new normal.

Jokowi meminta untuk menkes menyiapkan perihal teknis singkat terkait new normal tersebut. Strategi berikut diharapkan dapat membuat pandemi Covid-19 menjadi endemi.

Budi menjelaskan bahwa instruksi pertama dari presiden agar pemerintah dan warga agar menjaga protokol kesehatan (prokes) dengan ketat di masing-masing wilayah.

"Seperti arahan bapak presiden, kita harus waspada, dan protokol kesehatan di masing-masing kota akan dibuka secara bertahap," kata Budi yang dilansir dari kanal youtube Sekretariat Presiden, Senin (23/08/2021).

Baca Juga: PPKM: Jabodetabek-Bandung Raya-Surabaya Raya Turun Jadi Level 3

Prokes yang ketat diharapkan dapat menumbuhkan sektor ekonomi namun tidak diiringi dengan penambahan pasien Covid-19. Saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah menyusun juknis terkait hal tersebut.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pengembangan dan evaluasi terkait dengan penerapan ketentuan protokol kesehatan berbasis teknologi informasi agar memudahkan masyarakat. Saat ini untuk pemantauan tersebut dapat menggunakan aplikasi peduli lindungi

Instruksi kedua dari presiden yakni melakukan proses tracing dan testing dengan arahan yang jelas. Tracing dan testing agar dilakukan kepada orang yang kontak erat dengan penyintas Covid-19 dan bukan semua orang di tes untuk keperluan tertentu.

"Testing dan tracing harus sangat terarah, benar-benar yang butuh, istilahnya testing epidemiologi, bukan screening, ke suspect atau kontak erat, bukan semua orang dites karena mau melakukan aktivitas tertentu," katanya.

Halaman:

Editor: Fahri Fahira

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Masuk Pancoraba, BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Kamis, 23 September 2021 | 07:01 WIB

Kronologis Hilangnya Gibran di Gunung Guntur Garut

Selasa, 21 September 2021 | 20:58 WIB

Terpopuler

X