• Senin, 27 September 2021

Prestasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Hari Jadi Provinsi Jawa Barat ke-76

- Jumat, 20 Agustus 2021 | 14:49 WIB
Ilustrasi (Gambar: Ivelin Radkov) (Ivelin Radkov)
Ilustrasi (Gambar: Ivelin Radkov) (Ivelin Radkov)

Bicarajabar.com - 19 Agustus kemarin merupakan hari jadi Provinsi Jawa Barat yang ke-76, persis dua hari setelah hari kemerdekaan Indonesia.

Perlu diketahui, hari jadi provinsi Jawa Barat dan hari kemerdekaan Indonesia pun jatuh di tahun yang sama, yakni 1945. Maka tak heran jika provinsi dan negara ini memiliki usia yang sama.

Lantas, prestasi apa saja yang sudah diborong satu tahun ke belakang oleh provinsi ini? Dilansir dari situs resmi Pemerintah Daerah Jawa Barat, berikut Bicarajabar laporkan:

  1. SAKIP Award 2019
    SAKIP merupakan akronim dari 'Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah'. Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mewakili Pemprov Jabar menerima penghargaan hasil evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah provinsi/kabupaten/kota wilayah I tahun 2019 di Radisson Golf & Convention Center Batam, Senin 10 Februari 2020.

  2. Penghargaan dari Kemendag
    Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mewakili Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menghadiri sekaligus menerima penghargaan pada Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Tahun 2020 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (5/3/20). Adapun Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat penghargaan atas komitmen dan dukungan untuk pengembangan pasar rakyat yang diberikan oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

    Baca Juga: Penting! Masyarakat Harus Bisa Membedakan 'Gunung Guntur' dan 'Taman Wisata Alam Gunung Guntur' di Garut
  3. Top Smart City Project
    IDC, lembaga riset dan intelijen pasar global, mengumumkan 19 proyek kota pintar (smart city) di wilayah Asia-Pasifik, kecuali Jepang, yang dinobatkan sebagai terbaik dari 14 kategori e-service fungsional IDC Smart City. Desa Digital dari Jawa Barat terpilih menjadi salah satu yang terbaik dan meraih penghargaan, pada Jumat (29/5/2020). Desa Digital (Digital Village) yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat terpilih dan memenangi penghargaan sebagai Proyek Top Kota Pintar (Top Smart City Project) untuk kategori Digital Equity and Accessibility.

  4. WTP Kesembilan
    Pemerintah Daerah Jawa Barat raih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kesembilan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran (LKPD TA) 2019 oleh Badan Pemeriksa Keuangan RI. Tercatat, Jabar mendapat opini WTP dari BPK RI sembilan kali berturut-turut. “Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat kami mengucapkan terimakasih kepada BPK RI yang telah menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2019,” kata Kang Emil—sapaan Ridwan Kamil—di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Selasa (30/6/20).

Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat
Sementara itu, Badan Pusat Statistik Jawa Barat merangkum pertumbuhan ekonomi Jawa Barat triwulan II-2021 (periode April-Juni 2021) yang diumumkan pada tanggal 5 Agustus 2021 lalu melalui situs resminya. Rangkuman yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada periode April-Juni 2021. (Sumber: BPS Jawa Barat) (Aldi M. Perdana)

Sebagai keterangan gambar, dapat kita lihat bahwa secara year on year ekonomi di provinsi Jawa Barat meningkat sampai 6,13%. Sedangkan secara kumulatif, terjadi pertumbuhan sebesar 2,5% (Red: triwulan I adalah periode Januari-Maret, triwulan II adalah periode April-Juni, triwulan III adalah periode Juli-September, dan triwulan IV adalah periode Oktober-Desember).

Sementara itu, dapat kita lihat nominal 'PDRB ADH Berlaku' sebesar Rp.548,91 Triliun dan 'PDRB ADH Konstan' sebesar Rp.374,69 Triliun pada gambar di atas. Apakah artinya?

Dikutip dari situs resmi Badan Pusat Statistik, PDRB ADH (Berlaku/Konstan) merupakan singkatan dari Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga (Berlaku/Konstan) yang menjadi indikator untuk mengetahui kondisi ekonomi suatu daerah.

Perbedaannya adalah PDRB ADH Berlaku digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi, sedang PDRB ADH Konstan digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. Dengan begitu, PDRB akan memengaruhi Pendapatan Nasional Bruto (PNB) mengingat PNB dapat menunjukkan pendapatan yang memungkinkan untuk dinikmati oleh penduduk suatu negara, dalam hal ini Indonesia.[]

Halaman:

Editor: Kristina S.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Masuk Pancoraba, BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Kamis, 23 September 2021 | 07:01 WIB

Kronologis Hilangnya Gibran di Gunung Guntur Garut

Selasa, 21 September 2021 | 20:58 WIB

Terpopuler

X