• Senin, 27 September 2021

Tren Kasus Covid-19 Luar Jawa-Bali Naik, Satgas Ingatkan Pemerintah Daerah

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 23:02 WIB
Simulasi penganan pasien Covid-19/unsplash.com- Mufid Majnun
Simulasi penganan pasien Covid-19/unsplash.com- Mufid Majnun

Bicarajabar.com - Ketua Bidang Data Dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengingatkan akan adanya potensi ledakan kasus Covid-19  di luar Jawa dan Bali, sehingga dibutuhkan persiapan dari sisi fasilitas kesehatan dan obat-obatan. 

Dalam siaran persnya secara virtual, pada Kamis (19/8/2021), Siti Nadia menuturkan bahwasannya kasus Covid-19 varian Delta ini terdeteksi tinggi berada di 10 Provinsi.

Dewi menjelaskan jal ini terlihat dari tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Ratio/BOR) perawatan Covid-19 dan ICU yang masih tinggi berada di luar Jawa dan Bali.

Dewi menyebutkan untuk ICU, Bangka Belitung dan Kalimantan Timur masih sangat tinggi yakni 95% dan 83%. Satgas pun menurutnya terus memantau perkembangan kasus di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara.

Baca Juga: Vaksinasi Sudah 42%, Mall di Kota Bogor Belum Dapat Beroperasi

Berdasarkan data Kemenkes, kasus aktif di luar Jawa Bali kini ada di angka 52,24 persen. Sementara itu, kasus aktif di Jawa Bali turun menjadi 47,76 persen. 

Kasus aktif Covid-19 di Jawa Bali pada Kamis (19/8/2021) berada di angka 163.927. Sementara itu, kasus aktif di luar Jawa Bali kini mencapai 179.276. 

Sebanding dengan kasus aktif maupun kasus terkonfirmasi, proporsi kasus kematian akibat Covid-19 pun mulai bergeser ke luar Jawa Bali.

Per 18 Agustus 2021, proporsi kasus kematian akibat Covid-19 di Jawa Bali mencapai 60,99 persen, sedangkan di luar Jawa Bali mencapai 39,01 persen. 

Halaman:

Editor: Agasthya Kuswandi

Tags

Terkini

Masuk Pancoraba, BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Kamis, 23 September 2021 | 07:01 WIB

Kronologis Hilangnya Gibran di Gunung Guntur Garut

Selasa, 21 September 2021 | 20:58 WIB

Terpopuler

X