• Minggu, 3 Juli 2022

Pemerintah Izinkan Swasta Impor dan Jual Vaksin Booster Berbayar

- Rabu, 15 Desember 2021 | 06:17 WIB
Ilustrasi Vaksinasi  (tanggerangkota.go.id)
Ilustrasi Vaksinasi (tanggerangkota.go.id)

Bicarajabar.com- Pemerintah mengizinkan untuk perusahaan farmasi swasta untuk dapat mengimpor dan menjual vaksin booster yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun depan.

Rencananya, program vaksin booster dilaksanakan pada Januari 2022. Hal tersebut dibenarkan oleh Menteri Kementerian Kesehatan RI (Menkes), Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya pemerintah tidak akan menanggung kebutuhan dosis vaksin booster yang mencapai  231,4 juta dosis.

Budi mengatakan bahwa pemerintah hanya akan menanggung vaksin booster sebanyak 92,4 juta dosis lewat alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.

Baca Juga: RI Swasembada Bawang Putih Hingga 1996, Kini 95 Persen Impor, Mengapa?

Vaksin booster yang ditanggung oleh pemerintah yakni kelompok masyarakat lansia serta penerima bantuan iuran atau PBI non-Lansia yang jumlahnya sebesar 61,6 juta jiwa.

“Untuk vaksinasi Lansia dan PBI non-Lansia itu akan ditanggung oleh negara, sedangkan yang mandiri dan non-Lansia kami akan buka agar perusahaan-perusahaan farmasi bisa mengimpor vaksinnya, dan langsung dijual ke masyarakat,” kata Budi saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR, Selasa (14/12/2021).

Selain itu, menurut Budi dengan dibukanya keran impor vaksin oleh swasta maka masyarakat akan diberikan pilihan terhadap variasi jenis vaksin yang sesuai dengan harapan dari masyarakat.

Baca Juga: Kota Bogor Akan Mulai Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Mulai Besok

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) juga mastikan bahwa vaksin yang beredar sudah mendapatkan persetujuan dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO serta izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Halaman:

Editor: Agasthya Kuswandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X