• Rabu, 26 Januari 2022

Lebih Hemat, Biaya Transfer Antarbank Turun Jadi Rp 2.500

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 07:34 WIB
Ilustrasi Anjungan Tunai Mandiri atau ATM (Gambar: Shutterstock))
Ilustrasi Anjungan Tunai Mandiri atau ATM (Gambar: Shutterstock))

Bicarajabar.com - Bank Indonesia (BI) bakal menurunkan biaya transfer antarbank. Jika awalnya biaya transaksi dikenakan terhadap nasabah Rp 6.500, kini menjadi hanya Rp 2.500  per transaksi.

Penurunan tarif transfer antarbank tersebut lantaran BI bakal mulai mengimplementasikan sistem BI Fast Payment tahap pertama pada Desember 2021 mendatang.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, jelang pengoperasian BI Fast bank sentral telah menetapkan skema harga, dari bank sentral ke peserta atau bank dan bank ke nasabah.

Tarif yang ditetapkan BI kepada bank peserta BI Fast sebesar Rp 19 per transaksi, sementara tarif maksimal dari bank ke nasabah sebesar Rp 2.500 per transaksi.

Biaya tersebut lebih murah dibanding tarif Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang berlaku saat ini, yakni sebesar Rp 2.900 per transaksi.

"Tarif Rp 2.500 adalah maksimum. Bagi peserta atau bank yang bisa menawarkan lebih murah silakan, dan kami sangat mendukung itu," katanya, dalam konferensi pers virtual, Jumat 22 Oktober 2021.

Perry mengatakan batas maksimum nominal transaksi melalui sistem BI Fast adalah sebesar Rp 250 juta per transaksi. Angka ini ditetapkan bank sentral, mengingat penggunaan sistem BI Fast dikhususkan untuk pembayaran ritel.

"Penetapan batas maksimum nominal transaksi BI Fast pada implemtasi awal ini ditetapkan sebesar Rp 250 juta per transaksi, dan akan dievaluasi secara berkala," katanya.

Dilansir oleh Kontan.co.id, penerapan BI Fast dilakukan dalam dua tahap, yakni per Desember 2021 dan minggu keempat Januari 2022.

Halaman:

Editor: Fahri Fahira

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X