• Selasa, 26 Oktober 2021

Aji Indonesia Kecam Peretasan Situs Project Multatuli dan Cap Hoaks pada Berita yang Sudah Terkonfirmasi

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 21:35 WIB
Ilustrasi by Freepik
Ilustrasi by Freepik

Bicarajabar.com - AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Indonesia mengecam aksi peretasan terhadap website Projectmultatuli.org setelah menerbitkan laporan kasus pemerkosaan anak di bawah umum.

Website tersebut mendapat serangan DDos pada Rabu, 6 Oktober 2021 setelah menerbitkan artikel serial bertagar #PercumaLaporPolisi dengan judul berita “Tiga Anak Saya Diperkosa, Saya Lapor ke Polisi. Polisi Menghentikan Penyelidikan”.

“Mengecam serangan DDos terhadap website Projectmultatuli.org. Serangan ini adalah bentuk pembungkaman terhadap kebebasan pers,” tutur Ketua Umum AJI Indonesia Sasmito Madrim dalam keterangannya, Kamis, (7/10/2021) dikuti dari Tempo.

Peretasan tersebut membuat pembaca tidak bisa mengakses berita di website Project Multatuli. Awalnya tim Project Multatuli mengira masalah itu terjadi karena kapasitas server yang tidak memadai. Pada Kamis pagi, 7 Oktober pagi, tim memperoleh konfirmasi bahwa terdapat serangan siber berupa kebanjiran data.

Tidak hanya itu, unggahan berita tersebut di akun Instagram Project Multatuli juga terdapat komentar yang berisikan "klarifikasi" terkait pemberitaan oleh akun Polres Luwu Timur @humasreslutim.

Dalam komentarnya, skun @humasreslutim menulis secara jelas nama pelapor kasus pemerkosaan anak sehingga tim Project Multatuli terpaksa menghapusnya, dan menyarankan untuk menulisnya kembali tanpa menyebut nama korban.

Selain itu, tim Project Multatuli juga memperoleh laporan dari sejumlah pembaca. Para pembaca mengatakan telah menerima DM dari @humasreslutim dan membuat mereka merasa tidak nyaman.

Sekitar Pukul 21.00 WIB, akun @humasreslutim mengunggah tulisan yang menyatakan reportase Project Multatuli tentang kasus pemerkosaan anak adalah hoaks.

Dilansir dari Tempo, menganggapi hal tersbut, AJI Indonesia juga mengecam Polres Luwu Timur yang memberikan cap hoaks terhadap berita yang sudah terkonfirmasi.
“Laporan tersebut telah berdasarkan penelusuran dan investigasi kepada korban dengan melalui proses wawancara dengan pihak terkait, termasuk Lepolisiaan Luwu Timur,” ucap Sasmito.

Halaman:

Editor: Fahri Fahira

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X