• Selasa, 26 Oktober 2021

Berikan Surat Terbuka untuk Pak Sukardi Seorang Guru Honorer, Nadiem: Saya Tersentuh dengan Hidup Bapak

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 17:35 WIB
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim bersama Pak Sukardi (Instagram/nadiemmakarim)
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim bersama Pak Sukardi (Instagram/nadiemmakarim)

Bicarajabar.com – Program seleksi guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menjadi salah satu upaya pemerintah sebagai peningkatan kesejahteraan guru honorer sekolah negeri di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), hari ini secara resmi mengumumkan hasil ujian seleksi pertama guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja tahun 2021 yaitu sebanyak 173.329 guru honorer lulus ujian seleksi pertama, melalui siaran virtual di Jakarta (08/10/21).

Pada kesempatan tersebut Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan sambutannya dan memberikan ucapan selamat pada guru yang lulus hasil ujian seleksi.

Baca Juga: Pengumuman PPPK Guru 2021, Mendikbud Nadiem: Jumlah Sekitar 500 Ribu Formasi Guru ASN

Menutup sambutannya saat agenda Pengumuman PPPK Guru ASN itu, Mendikbudristek Nadiem menceritakan kisah salah satu guru honorer Pak Sukardi, yang sempat ia kunjungi saat berada di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Pak Sukardi telah berjuang menjadi pendidik dengan status guru honorer selama 25 tahun. Kini dirinya dinyatakan lolos sebagai guru PPPK ASN tahun 2021.

Melalui akun Instagram resmi miliknya, Nadiem memberikan surat terbuka untuk Pak Sukardi, Jumat (08/10/21).

“Surat terbuka untuk Pak Sukardi, Guru Honorer di Lombok Tengah yang menjadi Bapak Kos saya,” tulisnya.

Nadiem menyampaikan rasa terima kasihnya Pak Sukardi, karena sudah memperbolehkannya menginap di rumah Pak Sukardi. Dirinya pun tersentuh dengan perjuangan Pak Sukardi selama 25 tahun berjuang menjadi guru honorer.

Halaman:

Editor: Fahri Fahira

Tags

Terkini

X