• Selasa, 26 Oktober 2021

Dituding Mark Up Dana Reses DPRD DKI Jakarta, Viani Limardhi Akan Tuntut PSI Rp. 1 T

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 15:00 WIB
Viani Limardi, Mantan Kader PSI di DPRD DKI yang dipecat karena dituding melakukan mark up dana reses (dok.PSI)
Viani Limardi, Mantan Kader PSI di DPRD DKI yang dipecat karena dituding melakukan mark up dana reses (dok.PSI)

Bicarajabar.com - Anggota DPRD DKI Jakarta, Viani Limardhi menyatakan akan menuntut Partai Solidaritas Indonesia (PSI) karena telah dituding melakukan mark up atau penggelembungan dana reses.

Menurut Viani, tudingan tersebut tidak berdasar dan dirinya mengaku tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan persoalan tersebut. Dirinya mengaku akan melawan PSI melalui jalur hukum.

"Kali ini saya tidak akan tinggal diam dan saya akan melawan dan menggugat PSI sebesar satu triliun," katanya pada Selasa (05/10/21) seperti yang dilansir dari CNN Indonesia.

Baca Juga: Jokowi Melakukan Kunjungan Ke Sukoharjo, Pandu Riono: Pak, Kunjungi Aceh dan Sumatera Barat.

Dugaan penggelembungan dana reses tersebut tertuang pada surat perantian antara waktu (PAW) usai dirinya dipecat dari kader PSI.

Dalam surat tersebut termuat bahwa Viani diduga melakukan penggelembungan dana reses rutin khususnya pada Bulan Maret 2021.

Namun Viani mengaku tidak melakukan hal tersebut. Dirinya bahkan berujar bahwa sisa anggaran reses bahkan dikembalikan kepada sekertariat dewan.

"Hampir di setiap kali masa reses, saya mengembalikan sisa anggaran reses yang tidak terpakai. Silahkan dicek ke DPRD dan BPK. Lalu dimana penggelembungannya?" tegasnya.

Baca Juga: Rangkuman Pidato Kebudayaan Seno Gumira Ajidarma di Dewan Kesenian Jakarta 2019

Halaman:

Editor: Anisa Sri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X