• Selasa, 26 Oktober 2021

Bentrok Antara Petani Tebu dan Ormas di Indramayu, 20 Orang di Tangkap 1 Anggota DPRD

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 00:12 WIB
Anggota DPRD Indramayu, saat digelandang petugas dari markas LSM FKAMIS (Gambar: Hendra Sumiarsa/Cirebon Raya)
Anggota DPRD Indramayu, saat digelandang petugas dari markas LSM FKAMIS (Gambar: Hendra Sumiarsa/Cirebon Raya)

Bicarajabar.com - Dua warga kabupaten Majalengka Jawa Barat yang tewas akibat bentrok petani tebu dan ormas, pada Senin (4/10/2021) telah dimakamkan.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, bentrokan kedua kelompok ini diduga dipicu perebutan lahan garapan.

"Kronologi kejadian ini, berawal ada dugaan perebutan lahan tebu. Diduga perebutan lahan penggarap melibatkan kelompok tani dari Indramayu dan Majalengka. Sehingga terjadi bentrokan, dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia," katanya.

Kedua korban tewas hari ini telah dimakamkan di pemakaman umum. Ratusan warga mengiringi proses pemakaman jenazah warga Kecamatan Jatitujuh, kabupaten Majalengka, Jawa Barat tersebut.

Salah satu korban tewas, Suhendar dimakamkan di pemakaman umum Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh. Ia tewas setelah terkena sabetan senjata tajam.

Sementara itu jenazah Yayan, korban lainnya dimakamkan di pemakaman umum desa Jatiraga, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

Baca Juga: Mengenal Sunda Wiwitan, Menghormati Alam dan Sesama

Pemerintah desa berharap pihak kepolisian bisa menindak tegas para pelaku yang telah membunuh kedua warga Kecamatan Jatitujuh tersebut.

Akibat kejadian ini, pihak kepolisian telah mengamankan 20 orang dan 1 orang anggota DPRD Kabupaten Indramayu yang diduga menjadi dalang kerusuhan.

Halaman:

Editor: Fahri Fahira

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X