• Selasa, 26 Oktober 2021

Reaksi Airlangga dan Luhut Ketika Namanya Masuk Laporan Pandora Papers

- Senin, 4 Oktober 2021 | 18:01 WIB
Ilustrasi Pandora Papers (Redesign Bicarajabar.com)
Ilustrasi Pandora Papers (Redesign Bicarajabar.com)

Bicarajabar.com - Laporan Pandora Papers menjadi perbincangan karena mengungkap pejabat hingga orang kaya dunia menggunakan negara-negara surga pajak menyembunyikan asetnya.

Data ini pertama kali didapat oleh International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) di Washington DC. Diketahui, Konsorsium Internasional Jurnalis Investigatif atau International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) memperoleh bocoran data berukuran hampir 3 terabita tersebur dari sumber anonim.

Nama Menteri Koordinator Bidang Perekonomin Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tercantum dalam Pandora Papers.

Dikutip dari Tempo.co, Dalam dokumen yang dilihat, kakak beradik Airlangga Hartarto dan Gautama Hartarto tercatat memiliki perusahaan cangkang di British Virgin Islands, yurisdiksi bebas pajak di kawasan Karibia. Airlangga mempunyai dua perusahaan bernama Buckley Development Corporation dan Smart Property Holdings Limited. Adapun perusahaan Gautama satu, Ageless Limited.

Baca Juga: Disaksikan Langsung Kang Emil, Tim Polo Air Putra Jabar Raih Medali Emas PON XX Papua 2021

Perusahaan Buckley Development ini diberi warna merah lantaran disebut perlu melengkapi informasi jumlah dan nilai aset yang dimiliki serta tujuan pendirian perusahaan.

Masih menurut Tempo.co, dalam lampiran surat elektronik dokumen bertarikh Oktober 2016, anggota staf Trident menyebutkan perusahaan yang berlabel merah dinyatakan sudah tutup lapak.

Terkait informasi tersebut, Airlangga mengklaim tidak mengetahui pendirian Buckley Development dan Smart Property. Airlangga membantah jika dikatakan berniat mencairkan polis asuransi melalui dua korporasi tersebut. “Tidak ada transaksi itu,” kata Airlangga, yang dilansir oleh Tempo, (31/08/2021) lalu.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Jodi Mahardi selaku Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan penjelasan perihal laporan Pandora Papers tersebut. Dalam laporan itu, Luhut dikaitkan dengan perusahaan asal Republik Panama, yaitu Petrocapital S.A.

Halaman:

Editor: Fahri Fahira

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X