• Selasa, 26 Oktober 2021

Bima Arya: Wisata Malam Glow di Kebun Raya Bogor di Stop Dulu

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 16:50 WIB
Wisata Malam Glow Kebun Raya Bogor (via: pikiranrakyat.com)
Wisata Malam Glow Kebun Raya Bogor (via: pikiranrakyat.com)

Bicarajabar.com - Walikota Bogor Bima Arya, meminta pengelola situs wisata Kebun Raya Bogor (KRB) menghentikan operasional wisata malam yang dikenal dengan glow. Hal tersebut dikhawatirkan akan mengganggu ekosistem satwa yang menghuni KRB.

Bima meminta untuk pengelola menunggu hasil kajian dari IPB University dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengenai dampak wisata malam dengan cahaya tersebut.

Bima mengaku menerima surat dari para ahli botani mengenai wisata malam tersebut. Selain itu banyak masyarakat Bogor yang keberatan dengan operasional wisata malam glow tersebut yang notabene terletak di kawasan konservasi tumbuhan.

Baca Juga: Wisata Jawa Barat yang Termasuk ke Dalam Wisata Percontohan dan Memenuhi Standar CHSE

Permintaan penyetopan wisata malam di Kebun Raya Bogor disampaikan langsung Bima di Balai Kota Bogor pada Selasa, 28 September 2021. 

"Wisata malam itu disetop dulu sampai ada hasil kajian para ahli BRIN dan IPB University. Hasil kajian ilmiah ini sangat penting sebagai landasan untuk memutuskan, apakah wisata malam itu bisa dioperasikan atau tidak," katanya dikutip Antara.

Bima juga menginstruksikan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor untuk dapat mengawal serta memfasilitasi IPB University dan BRIN untuk melakukan kajian terkait dengan dampak cahaya terhadap ekosistem di KRB.

"Apapun jawabannya dari BRIN dan IPB, nanti kami komunikasikan lagi dengan PT MNR. Prinsipnya, kami ingin memastikan semuanya berjalan sesuai karakter Kota Bogor dan potensi yang ada di KRB," katanya.


Baca Juga: Menuju Energi Ramah Lingkungan, Upaya dalam Menghadapi Isu Perubahan Iklim

Sebelumnya, wisata malam dengan cahaya di KRB ini menuai protes dari mantan pimpinan dari KRB. Setidaknya ada lima mantan pimpinan KRB yang menyatakan protes karena khawatir akan mengganggu ekosistem.

Halaman:

Editor: Anisa Sri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X