• Selasa, 26 Oktober 2021

Potensi Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Porang, Kemenperin akan Lakukan Pendampingan IKM

- Senin, 20 September 2021 | 14:20 WIB
Presiden Jokowi mengunjungi pengolahan Porang (Instagram/@jokowi)
Presiden Jokowi mengunjungi pengolahan Porang (Instagram/@jokowi)

Bicarajabar.com – Pengembangan Budidaya Porang menjadi salah satu perhatian pemerintahan dalam meningkatkan potensi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dengan baik.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung hal tersebut dalam pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) olahan porang. Dalam arahan presiden, Kemenperin diminta untuk dapat membantu petani dalam meningkatkan nilai tambah komoditas ini melalui fasilitasi penguatan teknologi.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan, pendampingan IKM pengolahan porang akan terus dilakukan dalam berbagai peningkatan aspek industrinya.

Baca Juga: Sungai Citarum Mengering, Aktivitas Warga Sekitar Terkendala

“Kami juga akan melakukan pendampingan IKM pengolahan porang, peningkatan teknologi dan kapasitas produksi, pengembangan produk turunan porang melalui pengembangan inovasi IKM, serta promosi melalui pameran, marketplace, link and match,” dari keterangan yang dimuat pada halaman Kemenperin.go.id, Minggu (19/09/21).

Dalam keterangan tersebut, menurutnya porang merupakan komoditas ekspor yang saat ini sangat potensial untuk dikembangkan.

Diketahui, umbi porang mengandung glukomanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Hal itu dapat dimanfaatkan karena dapat berfungsi sebagai bahan baku untuk berbagai macam industri.

“Dalam industri makanan, olahan porang dan ekstrak glukomanan selanjutnya digunakan dalam pembuatan mie shirataki, beras konyaku, pasta porang dan pengental,” lanjut Reni.

Selain pada industri pangan, Porang juga dapat digunakan sebagai bahan baku pada industri kosmetik. Pengolahan porang digunakan dalam pembuatan pembersih wajah, masker wajah dan bahan pengisi, serta pengikat tablet.

Halaman:

Editor: Anisa Sri

Sumber: kemenperin.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X