• Selasa, 26 Oktober 2021

Siswa Putus Sekolah Meningkat, Dampak Ekonomi dan Pandemi

- Kamis, 16 September 2021 | 10:48 WIB
Siswa Putus Sekolah - Ilustrasi (Unsplash/@ivalex)
Siswa Putus Sekolah - Ilustrasi (Unsplash/@ivalex)

 

Bicarajabar.com – Pendidikan bagi masyarakat, khususnya di Indonesia, terkena dampak putus sekolah selama pandemi Covid-19.

Melalui catatan UNICEF bersama Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang telah melakukan sensus terbatas , terdapat 1 persen atau sekira 1.243 dari 122.235 anak usia 7-18 tahun, putus sekolah selama pandemi Covid-19.

Sensus tersebut mengenai anak putus sekolah pada September-Desember 2020, yang dilakukan terhadap keluarga miskin penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD). Fokusnya, pada mereka yang mempunyai anak usia 4-18 tahun.

Baca Juga: Hentikan Paksa Proyek Reklamasi, Pemkab Bekasi: Tidak Dilengkapi dengan Perizinan

Dilansir dari Pikiran-Rakyat.com, mengenai kondisi tersebut spesialis pendidikan UNICEF Suhaeni Kudus mengatakan, penyebab anak usia 7-18 tahun yang putus sekolah selama pandemi Covid-19, mayoritas karena tidak adanya biaya.

"Sebanyak 70 persen anak dilaporkan putus sekolah karena alasan ekonomi," ujarnya dalam diskusi daring bertema Siswa Rentan di Masa Covid-19 pada, Selasa (14/09/21).

Lebih lanjut, Suhaeni mengatakan, proporsi putus sekolah anak laki-laki lebih besar dibandingkan anak perempuan.

Tercatat, perbandingan siswa yang putus sekolah berdasarkan gender tersebut, persentasenya di atas 55 persen dari 1.243 anak usia 7-18 tahun.

Melalui penelusuran lebih lanjut, kondisi tersebut kemungkinan anak perempuan putus sekolah karema pernikahan dini mencapai 10 kali lebih besar.

Halaman:

Editor: Anisa Sri

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X