• Senin, 27 September 2021

Korban MS Diminta Cabut Laporan Dan Akui Tak Ada Pelecehan Seksual Di KPI

- Sabtu, 11 September 2021 | 09:21 WIB
Logo Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
Logo Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)

Bicarajabar.com - Kasus perundungan dan pelecehan seksual di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) belum usai. Pasalnya beredar kabar bahwa korban MS dan pelaku dipertemukan, yang disebut-sebut berujung dengan rencana damai.

Ketua tim kuasa hukum Korban MS, Mehbob mengatakan, jika MS telah disuruh untuk meneken surat damai dan tak melanjutkan proses hukum kasus yang penyelidikannya tengah bergulir tersebut.

Pengacara korban MS, Rony E Hutahaean, membenarkan perihal pertemuan dan usulan berdamai tersebut. Rony mengungkapkan, pertemuan berlangsung di Kantor KPI pada Rabu (8/9/2021) lalu, di mana korban MS hadir tanpa didampingi kuasa hukum.

Baca Juga: Sinopsis Film Oldboy, Aksi Balas Dendam Pria yang Diculik Selama 20 Tahun

Menurutya, sang klien diberikan surat rencana damai yang memuat empat poin. Dan menurut pihaknya, keempat poin tersebut cenderung merugikan MS, seperti diminta mencabut laporan hingga mengakui pelecehan seksual tersebut tidak pernah terjadi.

"Salah satu adalah mencabut laporan polisi. Kedua adalah meminta maaf dan menyampaikan bahwa perundungan dan pelecehan seksual itu tidak ada," kata Rony, pada Jumat (10/9/2021).

Meski demikian, MS belum menyetujui surat tersebut, dan langsung menghubungi kuasa hukumnya. Rony juga meminta agar sang klien tidak menandatangani surat apapun yang disodorkan dalam pertemuan tersebut.

"Sehingga beliau merasa ini tidak benar. Kok saya korban, kok saya yang minta maaf lalu disuruh cabut laporan polisi?" ucap Rony.

Selai itu, MS rupanya juga diingatkan dengan peluang dilaporkan balik karena tidak adanya bukti yang kuat terkait pelecehan seksual tersebut. Meski tak disebutkan sebagai ancaman atau tekanan, Rony menyebut kondisi psikis MS yang masih tidak stabil membuatnya merasa ketakutan dengan pernyataan tersebut.

Halaman:

Editor: Fahri Fahira

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Masuk Pancoraba, BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Kamis, 23 September 2021 | 07:01 WIB

Kronologis Hilangnya Gibran di Gunung Guntur Garut

Selasa, 21 September 2021 | 20:58 WIB

Terpopuler

X