• Senin, 27 September 2021

Usai Arab Saudi Pangkas Harga untuk Asia, Harga Jual Minyak Anjlok

- Selasa, 7 September 2021 | 09:49 WIB
Penambangan Minyak di waktu Sunset (Unsplash/Zbynek Burival)
Penambangan Minyak di waktu Sunset (Unsplash/Zbynek Burival)

Bicarajabar.com – Minyak dunia mengalami penurunan harga setelah Arab Saudi memangkas harga jual terhadap kontrak minyak mentah untuk wilayah Asia.

Negara yang dikenal sebagai produsen minyak terbesar itu mengalami penurunan harga jual di akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).

Melansir informasi yang diberitakan oleh Antara (07/09/21), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November melemah 39 sen, menjadi menetap di 72,22 dolar AS per barel. Sementara, untuk minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Oktober berakhir turun 40 sen menjadi 68,89 dolar AS per barel.

Baca Juga: Pasokan Air Baku dan Distribusi Air Terganggu, Kota Bandung Harus Berhemat

Aramco selaku kelompok minyak milik Arab Saudi, memberi tahu pelanggannya dalam sebuah pernyataan pada Minggu (05/09/21), bahwa mereka akan memotong harga jual resmi (OSP) Oktober untuk semua grade minyak mentah yang dijual ke Asia, wilayah pembelian terbesarnya, setidaknya 1 dolar AS per barel.

"Ketika raksasa Saudi memangkas harga jualnya ke Asia untuk Oktober, menandakan bahwa hubungan penawaran-permintaan sedikit bergeser, pedagang tidak bisa tidak mengikuti jalan itu hari ini (Senin)," kata Bjornar Tonhaugen, Kepala Pasar Minyak di Rystad Energy.

Pada pasokan minyak global mengalami peningkatan yang signifikan karena Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya meningkatkan produksinya. Kelompok yang dikenal sebagai OPEC+ tersebut, tingkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari (bph) setiap bulan, antara Agustus dan Desember.

"Mengingat OPEC+ melanjutkan rencananya untuk meningkatkan produksi bulanan, meskipun data lemah dari China dan AS meningkatkan kekhawatiran perlambatan serta Arab Saudi mencari pangsa pasar di kawasan itu, minyak kemungkinan akan tetap di bawah tekanan," kata Jeffrey Halley, analis pasar senior untuk Asia Pasifik di broker OANDA.

Baca Juga: Mentan Dorong Petani Milenal Manfaatkan Teknologi bagi Pengembangan Usaha di Sektor Pertanian

Halaman:

Editor: Agasthya Kuswandi

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Masuk Pancoraba, BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Kamis, 23 September 2021 | 07:01 WIB

Kronologis Hilangnya Gibran di Gunung Guntur Garut

Selasa, 21 September 2021 | 20:58 WIB

Terpopuler

X