• Senin, 27 September 2021

Pasokan Air Baku dan Distribusi Air Terganggu, Kota Bandung Harus Berhemat

- Selasa, 7 September 2021 | 06:16 WIB
Pasokan Air Baku dan Distribusi Air - Ilustrasi (Unsplash/Jacek Dylag)
Pasokan Air Baku dan Distribusi Air - Ilustrasi (Unsplash/Jacek Dylag)

Bicarajabar.com – Kota Bandung mengalami kendala terkait distribusi air hasil pengolahan Perumda Tirtawening kepada para pelanggannya. Hal ini kembali terjadi tak lama setelah kejadian pipa pecah beberapa waktu lalu.

Selain itu, adanya masa kemarau mulai menyebabkan debit aliran sungai berkurang, terutama yang menjadi sumber air baku Perumda Tirtawening Kota Bandung. Sehingga, pasokan air baku ke Instalasi Pengolahan (IPA) Badaksinga terganggu.

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Umum Perumda Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi yang menyampaikan, volume pada beberapa sumber air baku berkurang setengah daripada biasanya.

Baca Juga: Mentan Dorong Petani Milenal Manfaatkan Teknologi bagi Pengembangan Usaha di Sektor Pertanian

Seperti yang diiberitakan oleh Pikiran-Rakyat.com, Sonny menambahkan bahwa pasokan air baku dari Sungai Cikapundung Dago Bengkok sempat nol. Saat kondisi normal, kapasitas pasokan air baku dari sumber itu mencapai 400-450 liter per detik.

"Kami memberitahukan kondisi tersebut agar pelanggan waspada. Kami pun mengajak para pelanggan menghemat penggunaan air, juga berdoa agar kemarau tak berkepanjangan," ucap Sonny, di Kantor Perumda Tirtawening Kota Bandung, pada Senin (06/09/21).

Di samping itu, kondisi air di beberapa lokasi seperti Situ Cileunca, dan Cipanunjang di Pangalengan, masih didapati air, namun terdapat pengurangan tinggi permukaan air dan tengah berkurang. Tercatat, tinggi permukaan air di situ Cipanunjang, dalam kondisi normal mencapai 22 meter, dan berkurang menjadi 11 meter.

Sonny juga menduga volume air pada dua situ itu bakal mengering apabila tak kunjung terjadi hujan.

Kemudian berdasarkan pengalamannya, setengah dari total volume air yang masih ada bakal habis dalam kurun waktu dua bulan.

Halaman:

Editor: Agasthya Kuswandi

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

Masuk Pancoraba, BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Kamis, 23 September 2021 | 07:01 WIB

Kronologis Hilangnya Gibran di Gunung Guntur Garut

Selasa, 21 September 2021 | 20:58 WIB

Terpopuler

X